Mahasiswa yang selama
ini kita kenal sebagai generasi penerus bangsa dan selalu berada digarda
terdepan untuk memperjuangkan hak- hak rakyat, tapi toh kenyataannya Cuma
konsepsi belaka.
Mahasiswa UIN Alauddin
Makassar khususnya fakultas syariah dan hukum sedang menderita penyakit,
penyakit yang dimaksud disisni adalah terjadinya DEGRADASI MORAL dan DEGRADASI
INTELEKTUAL.
Kedua penyakit ini
terjadi pada mahasiswa, karena pengaruh budaya barat (West Ternisasi),
contohnya mahasiswa disibukkan dengan dunia maya (facebook). Mahasiswa
cenderung memiliki sifat hedonis, apatis, opurtunus. Akhirnya fungsi yang
melekat pada diri seseorang nasyarakat ilmiah yakni agent of change, social of
control dan moral of force itu terkikis karena besarnya pengaruh budaya barat
tadi.
Baik kawan- kawanku
sekalian, sadarlah denngan fungsi kita sebagai masyarakat intelektual atau
sebagai middle class. Ingat kita punya potensi yang tek terbatas, gunakanlah
potensi kita sebagai makhluk yang berfikir untuk melawan budaya barat tersebut,
mungkin denag budaya baca, kajian, menulis, diskusi, sebagai alat untuk melawan
buadaya barat tuk membuat mahasiswa bangkit dari tidur panjangnya, dan
menyadari hak adan tanggung jawabnya sebagai masyarakat intelektual dan bisa
berfikiir rasioanal, kritis, analisis, universal dan sistematis.
Walaupun kampus kita
katanya tempat orang terdidik, orang yang intelakual dan juga kampus sebagai
EDU FAKTORY, akan tetapi kenyataannya Cuma imajinasi belaka, kita tidak pernah
diberi ruang tuk berproses, potensi berfikir kita selalu dibatasi, dan ternyata
rutinitas NKK dan BKK tahun 1978 itu masih meraja rela sampai sekarang,
bukankah suatu kendala teman mahasiswa tuk berjuang mengembalikan posisi
pemuda(mahasiswa).
Perjuangan dirintis
oleh orang- orang alim, diperjuangkan oleh orang-oarng ikhlas dan di menangkan
oleh orang- oranng pemberani.
Kalau kita berfikir
untuk sukses, seluruk kekuatan dan potensi kita lakukan, seluruh halangan
rintangan akan kita terjang dan kita akan sukses atau menang.

0 komentar:
Posting Komentar