Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Hilangnya Daya Kritis Mahasiswa

  • Rabu, 21 Maret 2012
  • Nurhalim

  • NOAM CHOMSKY (1969) dalam bukunya “The Menance Of Liberal Scholarship”  menjelaskan kegagalan mahasiswa/akademisi dalam mengkritisi kebijakan dan tindakan pemerinta/birokrat yang tidak berpihak pada masyarakat luas.
    Hilangnya daya kritis mahasiswa tersebut akibat dari “perselingkuhan” antara para penguasa dengan elit politik guna memperoleh uang dan kekuasaan melalui profesionalisme keilmuan, akhirnya budaya membaca, menulis dan diskusi hilang diakibatkan pemikiran yang pragmatism. Sehingga, tidak mengherankan banyak kasus-kasus yang kita temui para akademisi tampak gagap dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
    Sebagaimana digambarkan Aries Toteles terhadap kesulitan yang dialami para filsuf dalam memisahkan subjek-matter yang dalam realitasnya tidak bisa dipisahkan. Tanggung jawab moril sebagai Agent of Change,  Moral of Force, dan Social of Control terkadang menjadi sesuatu yang pribadi yang hanya melibatkan peraturan prilaku personal.
    Dengan demikian, salah satu persoalan yang dihadapi mahasiswa dalam hubungannya dengan etika tampaknya terkait dengan pertanyaan mana yang lebih penting antara mralitas pribadi dengan moralitas public. Sehingga transformasi keilmuan dalam kehidupan praktis menjadi kewajiban mahasiswa untuk mewujudkan harapan dari masyarakat sebagai indicator dan barometer keberhasilan TRI DARMA PERGURUAN TINGGI.
    Untuk itu, mahasiswa membutuhkan transformasi dan membangkitkan kembali Tri Budaya yaitu membaca, menulis dan diskusi, supaya mahasiswa memiliki dimensi-dimensi keilmuan variatif dan interdisipliner yang berbasis nilai

    0 komentar:

    Posting Komentar