Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image
  • Rabu, 21 Maret 2012
  • Nurhalim

  • Ketika Rakyat Marah


    Aksi bakar diri sondang hutagalung menjadi alat ukur yang tidak terbentahkan betapa rakyat sudah sampai ambang batas kemarahan. Sondang marah ketika melihat ketidak adilan yang terus terjadi. Sebagai intelektual muda ia berharap susilo bambang hudiyono (SBY) bias di ingatkan melalui aksi-aksi ataupu melalui 1600 surat yang ia kirimkan langsung ke SBY. Tetapi ternyata dari 1600 surat itu tidak ada satu pun yang dijawab oleh    SBY ataupun juru bicaranya. Bahkan kekecewaan sondang semakin sempurna ketika SBY “memerintahkan” aparaturnya menembaki rakyat di tiaka, papua, Mesuji dan di bima.
    Tuan, sebesar apapun keliber peluru senjata mu tak akan mampu lagi hntikan golambang kemarahan itu. Seindahan apa pun isi pidato mu sudah tak mampu mengulur batas kesabaran rakyat. Air mata curhat mu, hingga ancaman dan terror yang engaku sampaikan sama sekali tidak membuat rakyat luluh atau ketakutan. Kesabaran itu sudah habis, kemarahan rakyat sudah mengelora hingga tak ada lagi sedikit pun ruang bagi rasa takut di dada mereka!
    Tuan, rakyat sama sekali tidak buta, sama sekali tidak tuli. Di dalam kesederhanaan pakaian mereka tidak memiliki kejernihan jiwa, dalam kesederhanaan lauk makanannya mereka memiliki ketajaman hati yang biasa membedakan bahwa engkau tidak berkata benar, bahwa engkau tak layak lagi dipertahankan….. bahwa engkau harus turun!
    Tuan, kemarahan rakyat bukan tak punya alas an. Rakyat tahu bahwa engkau menyiksa seorang nenek yang mencuri buah pala. Tetapi engkau habiskan uang sebesar 40 milyar untuk menikahkan anak mu. Rakyat tahu bagaimana kau memukuli bagai anjing para mahasiswa yang demonstrasi menuntut para koruptor sementar engkau siapkan kama mewah sekelas hotel bintang lima bagi atalyta sang ratu koruptor. Rakyat tahu bagaiman kau tembaki petani dan nelayan jambi, tabanio dan tiaka yang menuntut haknya sementara engkau menjaga rumah para koruptor yang telah merampok negeri ini…… sekali lagi tuan, rakyat tahu engkau TIDAK ADIL!

    0 komentar:

    Posting Komentar